KABAR TERBARU " 60.000
PEGAWAI TERANCAM TAK DAPAT GAJI"
Asalamu'alaikum
wr.wb. selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua....
mari
simak informasi terbaru berikut ini....
Nasib
sekitar 60.000 guru kontrak dan tenaga bantu yang selama ini digaji secara
swadaya oleh pihak sekolah terancam tak dapat gaji. Hal itu terkait dengan alih
kewenangan pengelolaan aset SMA/ SMK serta guru berstatus PNS dari pemerintah
kabupaten/kota ke provinsi tahun 2016. Peralihan kewenangan tersebut memang
dinilai tak ada kendala berarti. Namun jika tak ada solusi pembayaran gaji bisa
jadi puluhan ribu pegawai yang sudah tahunan bekerja itu tak akan dipekerjakan
lagi. Padahal mereka masih dibutuhkan. Menurut Anggota Komisi E DPRD Jateng,
Yudi Indras Windarto,
banyak
perekrutan tenaga bantu sekolah bernuansa kepentingan dan pengangkatan tidak
sesuai aturan perekrutan pegawai. Misalnya, karena tetangga dekat si kepala
sekolah butuh pekerjaan maka dijadikan tukang kebun atau ada kerabat guru
senior dijadikan guru kontrak di sekolah setempat. Akhirnya, sistim kontraknya
pun tidak jelas. Tidak ada standar gaji yang jelas dan sumbernya diambilkan
dari swadaya sekolah dan komite. ”Untuk mengatasi persoalan ini pemprov harus
mencari solusi agar proses kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak
terganggu,” kata Yudi, Senin (28/12).
Yudi
mengakui peralihan kewenangan pengelolaan SMA/ SMK bertujuan baik. Yakni
memberikan standardisasi yang sama di semua sekolah. Dasar peralihan kewenangan
adalah PP Nomor 17 Tahun 2010 dan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Kewenangan
Pengelolaan SLB, SMA, dan SMK. Pengambil alihan pengelolaan SMA/ SMK oleh
provinsi ditarget selesai paling lambat 2017. Bersikap Adil Asisten II Setda Provinsi
Jateng Djoko Sutrisno yang hadir dalam seminar Hari Guru di Balairung Kampus
UPGRIS beberapa waktu lalu mengatakan pemprov tengah fokus pada rencana
pengalihan kewenangan yang akan dimulai awal Januari 2016.
Pihaknya
akan bersikap adil dalam pengelolaan pada semua sekolah yang menjadi kewenangan
provinsi. Pembenahan juga mencakup infrastruktur di masing-masing sekolah.
Sekolah yang memiliki luas lokasi berlebih akan diberi perhatian cukup terutama
untuk pengembangan sarana-prasarana. ”Kami sedang menginventarisasi jumlah
sekolah, guru, siswa, dan karyawan kependidikan. Secara utuh jumlah semua guru
di Jateng mencapai 220.000, belum lainnya,”
Sumber
: ( http://berita.suaramerdeka.com/ )

No comments:
Post a Comment