GURU BELAJAR, GURU MENGAJAR dan INFORMASI PENDIDIKAN

Tuesday, 15 December 2015

SISTEMATIKA PENULISAN KARYA ILMIAH



HAKEKAT PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI MAHASISWA

A.      Definisi Karya Ilmiah
Karya ilmiah adalah kertas yang isinya mencoba menggambarkan sebuah penelitian ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. menyampaikan sesuatu secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban tentang sesuatu dan untuk membuktikan kebenaran dari sesuatu yang terkandung dalam penulisan objek. Kemudian selayaknyalah, jika tulisan ilmiah sering bertema hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis oleh orang lain. Bahkan jika, teks yang telah ditulis dengan tema yang sama, tujuannya adalah sebagai upaya pengembangan tema sebelumnya.
Dalam istilah penelitian lanjutan. Tradisi ilmiah membutuhkan calon ilmuwan (mahasiswa) tidak sekedar sebagai penerima pengetahuan. Akan tetapi pada saat yang sama berperan sebagai pemberi (penyumbang) ilmu. Dengan demikian, tugas seorang cendikiawan tidak hanya sekedar dapat membaca, tetapi juga di tuntut untuk dapat menulis tentang tulisan-tulisan bernilai ilmiah.
Khusus untuk mahasiswa sebagai calon cendikiawan harus menguasai prosedur untuk mempersiapkan karya ilmiah. Hal ini tidak terbatas pada teknik, tetapi juga praktik menulis. Intelektual atau cendikiawan tidak sebatas hanya pintar mengartikulasikan dan "bernyanyi" saja, tetapi juga untuk harus hobbi dan pintar menulis. Istilah karya ilmiah disini adalah mengacu pada tulisan-tulisan yang membentuk dan presentasi didasarkan pada studi ilmiah dan cara ilmiah bekerja. Mengingat pendek panjang atau kedalaman uraiaan, karya ilmiah dibedakan atas kertas (paper) dan laporan penelitian.
Dalam penulisan, baik makalah atau laporan penelitian, berdasarkan penelitian ilmiah dan cara ilmiah bekerja. Penyusunan dan penyajian karya-karya tersebut didahului oleh studi literatur dan studi lapangan (Azwardi, 2008: 111). Finoza di Alam (2008: 98) mengklasifikasikan karangan sesuai dengan berat isi menjadi 3 jenis, yaitu
(1) Karangan ilmiah,
(2) Karangan semi ilmiah atau ilmiah populer, dan
(3) Karangan non-ilmiah.
Adapun klasifikasi karya ilmiah meliputi  makalah, laporan, tesis, disertasi; diklasifikasikan sebagai Karangan semi ilmiah termasuk artikel, editorial, opini, feuture, reportase; milik Karangan non-ilmiah meliputi  anekdot, opini, cerita, dongeng, cerita pendek, novel, novel, dan drama. Jenis ketiga Karangan tersebut memiliki karektiristik berbeda. Artikel ilmiah memiliki aturan standar dan sejumlah persyaratan khusus mengenai metode dan penggunaan bahasa. Sementara Karangan non-ilmiah adalah Karangan yang tidak terikat dengan Karangan baku; sementara Karangan semi ilmiah berada di antara keduanya. Sementara itu,
Yamilah dan Samsoerizal (1994: 90) menjelaskan bahwa berbagai karya ilmiah terdiri dari beberapa jenis berdasarkan fungsinya. Menurut kelompok, berbagai dikenal dari karya ilmiah seperti; makalah, tesis dan disertasi. Form Ilmiah Dalam karya ilmiah dikenal meliputi  dalam bentuk makalah, laporan atau laporan ilmiah dicatat, dan buku-buku ilmiah.
1. Berbentuk Makalah
Makalah umumnya disusun untuk menulis dalam publikasi ilmiah, seperti jurnal ilmiah, prosiding seminar untuk buletin, majalah atau ilmu dan sebagainya. Kemudian karakteristik utama dari makalah ini adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tidak ada daftar isi.

2. Berbentuk Report / Laporan
Laporan ilmiah mencatat karya ilmiah semacam ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang. Laporan ilmiah ke persyaratan akademik di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya digunakan sebagai persyaratan untuk karya ilmiah S1, S2 tesis untuk gelar, dan Disertasi untuk tingkat S3.
3. Berbentuk Buku
Buku Ilmiah ini terdiri dari karya ilmiah dan dicetak dalam bentuk buku oleh penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus untuk ilmu pengetahuan umum lainnya.

B.       Karakteristik Karya Ilmiah

  1. Struktur Struktur Melayani hidangan karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari awal (pendahuluan), inti (subjek), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke inti, sedangkan inti adalah ide hidangan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup adalah pembahasan kesimpulan pokok dan rekomendasi pada penulis tindak lanjut dari ide.
  2. Komponen dan Komponen Zat karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenis, tetapi semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal mensyaratkan adanya abstrak.
  3. Sikap penulis Penulis Sikap dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
  4. Penggunaan bahasa Inggris dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dalam pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur standar.


C.      Berbagai Jenis Karya Ilmiah
1.        Skripsi
Skripsi merupakan karya tulis menulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi persyaratan agar mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi didasarkan pada pendapat (teori) orang lain. Opini didukung oleh data empiris dan fakta obyektif, baik oleh penelitian, pengamatan / penelitian langsung di laboratorium, atau studi literatur. Skripsi menuntut kekakuan metodologis untuk menjamin arah sumbangan material berupa penemuan baru.
2.        Tesis
Tesis merupakan jenis penulisan hasil penelitian sistematis tentang suatu masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan dan membuat rekomendasi. Orisinalitas tesis harus muncul, yaitu dengan menunjukkan pemikiran independen dan kritis. Penulisan baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga menjadi argumentatif dan dihasilkan dari proses penelitian yang beratnya orisinalitas tertentu.
3.        Disertasi
Disertasi merupakan karya ilmiah secara resmi mengakhiri mahasiswa dalam menyelesaikan Program S3 ilmu pendidikan. Disertasi adalah bukti kemampuan mereka untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan penemuan-penemuan baru di salah satu disiplin ilmu pendidikan.
Sikap ilmiah Dalam penulisan karya ilmiah, ada 7 sikap ilmiah yang harus dimiliki. Sikap ilmiah tersebut meliputi:
a)      Sikap penasaran
Sikap penasaran terlihat dalam kebiasaan bertanya tentang berbagai isu yang terkait dengan bidang studi.
b)      Kritis sikap
Sikap kritis terlihat dalam kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang studi selama lebih-menarik kelebihan -kekurangannya, cocok-tidaknya, kebenaran apakah atau tidak, dan sebagainya.
c)      Sikap obyektif,
Sikap obyektif terlihat dalam kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
d)     Sikap ingin menemukan.
Selalu memberikan saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi baru terhadap pengamatan yang dilakukan.
e)      Menghormati hasil kerja orang lain
Menghormati hasil kerja karya orang lain terlihat dalam kebiasaan menyebutkan sumbernya, jika itu pernyataan atau opini yang disajikan berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain
f)       Jangan bosan
Rajin melakukan penyelidikan, bersedia untuk mengulang hasil percobaan yang meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan jika belum selesai untuk hal-hal yang ingin diketahui dan terus berusaha untuk bekerja dengan hati-hati.
g)      Keterbukaan
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan akan mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan kesaksian dari orang lain, meskipun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan kesaksian dari orang lain tidak dapat diterima karena mereka tidak setuju atau tidak cocok. Pentingnya sebuah karya ilmiah bagi mahasiswa, karena untuk melatih mahasiswa dalam menulis makalah, tesis dan disertasi. Jika siswa tidak dilatih secara tertulis, siswa akan mengalami kesulitan dalam menulis makalah atau tugas kuliah. Manfaat mempersiapkan karya ilmiah bagi penulis adalah sebagai berikut:
1)      Melatih mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif; 
2)      Melatih mahasiswa untuk menggabungkan bacaan dari berbagai sumber; 
3)      Melatih mahasiswa untuk memperkenalkan kegiatan sastra;
4)      Melatih mahasiswa untuk meningkatkan organisasi fakta / data secara jelas dan sistematis;
5)      Melatih mahasiswa untuk mendapatkan kepuasan intelektual;
6)      Melatih mahasiswa untuk memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
7)      Sebagai acuan / penelitian pendahuluan untuk penelitian lebih lanjut

No comments:

Post a Comment