FINLANDIA - KURIKULUM DENGAN KUALITAS PENDIDIKAN TERBAIK
DUNIA DAN 7 KEBIJAKAN TENTANG PENDIDIKAN TERBAIK
Kebijakan Pendidikan Finlandia
Salah satu prinsip kurikulum di Finlandia yang membedakannya dengan negara lain di dunia adalah Non-discrimination and equal treatment yang berarti tidak ada diskriminasi dan
mendapat perlakuan yang sama. di Finlandia semua anak punya kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan, tidak dibedakan antara si kaya dan si miskin dan semua sekolah
tidak dibedakan baik itu sekolah favorit atau tidak.
Jadi siswa bisa masuk ke sekolah mana saja yang mereka sukai karena semua
sekolah memiliki kebijakan yang sama. hal lain yang membuat sistem pendidikan di Finlandia berbeda
adalah tidak adanya assessment atau penilaian. siswa-siswa di Finlandia
dibimbing untuk memiliki hak yang sama ketika belajar, maka tidak heran jika di
dalam kelas mereka memiliki minimal dua guru untuk mengajar, 1 bertindak
sebagai guru utama dan 1-nya sebagai asisten. di sisi lain berdasarkan hak
dasar warga Finlandia, prinsip Receive understanding and have their say in
accordance with their age and maturity yaitu menerima pemahaman dan pendapat
sesuai umur dan kedewasaan.
Jadi mereka memiliki hak mendapatkan ilmu sesuai umur mereka
tanpa diskriminasi. mereka juga mendapatakan dukungan spesial jika dibutuhkan
seperti anak cacat dan anak-anak yang membutuhkan waktu ektra akan memiliki
kelas tambahan untuk diajarkan secara khusus agar mereka mendapatkan hal yang
sama seperti anak lainnya.
Dari segi mata
pelajaran di Finlandia memiliki 6 mata pelajaran inti yang semuanya terbungkus
dengan kata orientation. kenapa ada kata orientation? karena kurikulum di
Finlandia memiliki konsep gagasan bahwa 6 mata pelajaran ini bukan mengharuskan
siswa belajar isi dari seluruh pelajaran ini namun mengajak anak didik untuk
mulai memperoleh kemampuan menjelajah dan memahami fenomena-fenomena alam yang
ada disekitar mereka. maka jika anda melihat ada tiga kata yang dipakai disini
yaitu examine, understand, & experience. jadi siswa melatih kemudian
memahami dan mencoba. jadi pada hakikatnya siswa di Finlandia tidak belajar isi
dari buku-buku tetapi berinteraksi dengan ilmu-ilmu tersebut. tentunya dengan
fasilitas yang lengkap di setiap sekolah, baik desa maupun kota.
Hal menarik lainnya adalah bagaimana seorang guru mengajar
di Finlandia tidak sebatas hanya di dalam kelas. siswa diajak mengekplorasi
pengetahuan secara langsung di luar kelas ketika bahan ajar berkaitan dengan
lingkungan. jadi dalam hal ini siswa tidak semata-mata belajar teori namun
terjun ke lapangan untuk membuka wawasan mereka tentang alam demi mendapatkan
pengetahuan dari pengalaman secara langsung.
Jangan heran jika di Finlandia ada yang namanya Parental
engagement, orang tua siswa juga terlibat dalam pendidikan anak jadi mereka
juga secara tidak langsung memiliki ikatan kerjasama dengan sekolah. tujuannya
adalah agar memungkinkan pihak sekolah tahu bakat anak secara akurat lebih dini
jadi apa yang dibutuhkan si anak lebih tersalurkan di sekolah dengan informasi
dari orangtuanya ke pihak sekolah. luar biasa bukan? dan ini mereka lakukan
dalam bentuk diskusi bersama orangtua dan staff.
Tidak hanya itu, orang tua juga memiliki hak mengevaluasi
kurikulum sehingga mereka punya hak memberikan saran untuk perkembangan si
anak. ini adalah peran nyata orangtua dalam pendidikan. jadi orantua di
Finlandia tidak sekedar mendaftarkan anak ke sekolah dan terus selesai, mereka
punya tanggungjawab sebagai orangtua untuk memonitor kemajuan si anak dengan
baik melalui keterlibatan memberikan saran dan pendapat untuk perbaikan
kurikulum jika dibutuhkan.
Finlandia merupakan negara yang memiliki tingkat kualitas pendidikan
terbaik di dunia. Finlandia merupakan sebuah negara yang hanya memiliki
penduduk sekitar 5 juta jiwa. Salah satu sebab mengapa Finlandia mempunyai
pendidikan terbaik adalah budaya baca yang ditanamkan sejak anak-anak. Berikut
beberapa kebijakan negara dengan pendidikan terbaik di dunia.
7 Kebijakan Tentang Pendidikan Terbaik di Finlandia di antaranya adalah:
1. Seleksi Guru Yang Ketat
Di negara Finlandia guru adalah profesi terhormat dan
membanggakan. Guru adalah profesi yang diidamkan oleh para pemuda. Seleksi
untuk mengajar di suatu sekolah sangat ketat. Calon guru dengan ijazah S-1
hanya 5% yang diterima dan calon guru dengan ijazah S-2 20% diterima. Dengan
seleksi guru yang ketat, terjadilah guru-guru berkualitas. Dengan guru yang
berkualitas maka akan tercipta pulalah pendidikan yang berkualitas.
2. Gaji Tinggi
Taukah anda berapa gaji guru di Finlandia ? Gaji guru di
Finlandia adalah 40 juta perbulan. Hal tersebut mengantarkan gaji guru
tertinggi ke-5 di dunia. Sebelum menjadi guru tentunya mereka harus masuk pada
fakultas keguruan terlebih dahulu. Di Finlandia untuk masuk ke fakultas
keguruan lebih sulit dibandingkan dengan masuk ke fakultas kedokteran.
3. Pendidikan Anak Usia Dini
Otoritas pendidikan di Finlandia mempercayai 90% pertumbuhan
otak terjadi pada usia balita, sehingga masa ini menjadi strategis untuk
mengoptimalkan kerja otak. Finlandia terus mempersiapkan pendidikan anak untuk
lebih baik. Pendidikan Anak Usia Dini adalah titik berat pendidikan di
Finlandia. Mulai ajak Anak Anda ke PAUD.
4. Kurikulum yang Konsisten
Kurikulum di negara pendidikan terbaik di dunia ini telah
sejak lama mempersiapkan kurikulum mereka. Pendidikan di Finlandia jarang
mengganti kurikulum pendidikannya. Mereka terkesan tak mau coba-coba terhadap
kurikulum yang baru. Dengan demikian tak akan terjadi kebingungan antara guru
dan murid, dan fokus pada tujuan pendidikan tercapai. Bagaimana dengan
kurikulum pendidikan di Indonesia ? Semoga menjadi lebih baik.
5. Meminimalisir Ujian
Pemerintah Finlandia percaya bila ujian banyak itu hanya
akan memfokuskan siswa pada nilai sekedar lulus. Pendidikan Finlandia
membimbing siswa untuk lebih mandiri, terampil, cerdas, dan kemampuan mencari
informasi secara independen. Model pembelajaran di Finlandia mendorong siswa
untuk lebih cerdas dan mandiri.
6. Tak Ada Ranking
Tak ada ranking membuat mental siswa Finlandia kuat.
Seolah-olah tak ada diskriminasi, dan di Finlandia tak ada kelas unggulan.
Penilaian didasarkan pada bagaimana mereka mengerjakan tugas, dan bukan pada
benar atau salahnya jawaban. Penilaian didasarkan pada usaha mereka mengerjakan
tugas. Program remedial adalah waktu siswa memperbaiki kesalahannya. Para siswa
berusaha untuk membawa sekolah sebagai kegiatan yang menyenangkan.
7. Biaya Pendidikan
Ditanggung Negara
Biaya pendidikan di Finlandia ditanggung oleh negara. Dengan
penduduk hanya 5 juta jiwa pemerintah mampu menanggung biaya pendidikan sebesar
200 ribu euro. Biaya tersebut per siswa hingga menuju perguruan tinggi. Jadi
keluarga miskin dan kaya mampu merasakan kesempatan belajar yang sama.
Sebuah kesimpulan dari artikel pendidikan di atas, yakni
pendidikan terbaik berawal dari kualitas guru atau staff pengajar yang
berkualitas. Dengan guru yang berkualitas maka akan menghasilkan pulalah siswa
didik yang berkualitas.
Referensi artikel : Edukasi Kompasiana &
http://tulisbaca.com
BACA JUGA:
- NILAI RATA-RATA UKG 2015 DI BAWAH TARGET
- GURU MENGAJAR SERTA BELAJAR
- PENGELOLAAN GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN TAHUN 2016

No comments:
Post a Comment