GURU BELAJAR, GURU MENGAJAR dan INFORMASI PENDIDIKAN

Monday, 30 November 2015

Langkah- Langkah Menyusun Penelitian Tindakan Kelas (PTK)



Persiapan Langkah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Untuk mengkompilasi / Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guru harus mempertimbangkan langkah-langkah berikut:

JUDUL :
Judul PTK harus dinyatakan secara akurat dan masalah yang solid dan bentuk tindakan yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya pemecahan masalah. Judul formulasi harus singkat, jelas, dan sederhana namun secara implisit memiliki soso PTK bukan sosok studi formal. Judul ditulis pada halaman judul yang dilengkapi dengan identitas peneliti (nama dan NIP guru), satuan lembaga / pendidikan dimana guru bekerja, bulan dan tahun penulisan PTK.

KATA PENGANTAR
HALAMAN PERSETUJUAN (bila diperlukan, umumnya dikenal dan ditandatangani oleh pemimpin / kepala sekolah setempat)

DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
Abstrak: (Berisi judul, nama peneliti, uraian singkat PTK ruang Ditulis oleh jumlah kata kurang dari 250 kata Didampingi kata kunci..)

BAB I PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang (Dalam latar belakang masalah ini harus dijelaskan pentingnya mengatasi keprihatinan yang diangkat melalui PTK Untuk itu, ia harus menunjukkan fakta -. Fakta bahwa dukungan, baik yang berasal dari pengamatan guru selama ini sebagai serta dari tinjauan literatur. Dukungan dalam bentuk hasil penelitian sebelumnya -Penelitian, di mana ada juga akan memperkuat argumen tentang urgensi dan pentingnya masalah yang akan ditangani melalui PTK yang diusulkan. karakteristik khas PTK yang berbeda dari studi formal harus tercermin dalam deskripsi bagian ini.)
2.     Rumusan Masalah (Isu diusulkan untuk ditangani melalui PTK harus dijelaskan lebih rinci dalam bagian ini. Masalah ini harus benar -.. berdasarkan  masalah sehari-hari di lingkungan sekolah, layak, dan perlu diselesaikan melalui PTK. Sebaliknya Masalah yang dimaksud tidak masalah teknis metodologis di luar jangkauan PTK. Deskripsi masalah yang ada harus didahului dengan identifikasi masalah, diikuti dengan analisis masalah dan diikuti oleh refleksi awal sehingga gambaran masalah yang perlu ditangani tampaknya menjadi rumusan masalah. Pada bagian ini dikunci dengan perumusan masalah. Pada bagian inipun, sosok PTK harus secara konsisten Tampil.)
3.   Tujuan (Tujuan PTK harus dirumuskan target menengah jelas.paparkan dan tujuan akhir perbaikan.perumusan tindakan harus konsisten dengan sifat dari masalah yang diangkat dalam bagian -. Bagian sebelumnya Dengan sendirinya, artikulasi PTK tujuan yang berbeda dari yang formal Tujuan. Misalnya, bisa dikatakan PTK di bidang ilmu yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi siswa dalam ilmu pelajaran pelaksanaan melalaui strategi PBM penggunaan baru dari lingkungan sebagai sumber belajar dan sebagainya. Pengujian dan / atau pengembangan strategi PBM baru tidak perumusan tujuan PTK. Selanjutnya, pencapaian tujuan harus diverfikasi di Syukur obyektif. jika juga terukur.) Selain tujuan PTK, juga perlu diuraikan studi kemungkinan kemanfaatan. Dalam hubungan ini, perlu untuk ditetapkan dalam keuntungan tertentu - keuntungan yang dijanjikan, khususnya bagi siswa sebagai pewaris langsung (penerima manfaat langsung) hasil PTK, di samping guru melaksanakan PTK, untuk co - guru lainnya serta bagi para dosen LPTK sebagai pendidik guru. Berbeda dari konteks penelitian formal, manfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Teknologi dan seni bukan merupakan prioritas dalam konteks PTK, meskipun kemungkinan kehadirannya tidak ditolak
4.    Manfaat Penelitian (Menjelaskan manfaat penelitian ini untuk pengembangan penambahan / pengetahuan, manfaat dari penerapan hasil penelitian untuk keberhasilan belajar siswa, guru, sekolah dan pihak terkait lainnya mungkin menggunakan hasil penelitian ini)

BAB II. LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
1.    Tinjauan Pustaka (Bagian ini menjelaskan landasan teoritis makna substantif dan / atau metodologi yang digunakan peneliti dalam menentukan alternatif, yang akan diterapkan. Untuk tujuan ini, studi yang diuraikan dalam bagian ini baik pengalaman peneliti pelaku PTK sendiri yang relevan dan pelaku-pelaku PTK lain selain disamping terhadap teori - teori yang biasa terkandung dalam terbitan literatur, logika dan argumen teoritis yang diperlukan untuk mempersiapkan kerangka konseptual,
2.      Kerangka pemikiran
3.      Hipotesis Tindakan

BAB III METODE PENELITIAN (CARA PENELITIAN)
1.    Pada bagian ini disebutkan di mana penelitian dilakukan, di kelas apa dan bagaimana karakteristik kelas seperti komposisi siswa pria dan wanita, latar belakang akademis kemampuan, kesulitan / kendala yang dihadapi siswa dalam belajar, latar belakang sosial dan ekonomi yang mungkin relevan dengan isu-isu dan sebagainya. Aspek substantif kompetensi dan masalah yang dihadapi oleh siswa dalam mata pelajaran belajar di kelas seperti ilmu atau studi sosial atau matematika kelas II SMP, juga disajikan dalam bagian ini.
2.      Subjek Penelitian (Bagian ini menjelaskan jumlah dan deskripsi siswa)
3.      Variabel penelitian (faktor diselidiki) Pada bagian ini didefinisikan variabel - variabel yang digunakan sebagai titik - titik berusaha untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Variabel-variabel ini dapat berupa (1) variabel input yang terkait dengan siswa, guru, bahan ajar, sumber belajar, prosedur evaluasi, lingkungan belajar, dan sebagainya; (2) proses pelanggaran variabel KBM sebagai interaksi belajar mengajar, mempertanyakan keterampilan, guru, guru gaya mengajar, siswa belajar, pelaksanaan berbagai metode pengajaran di kelas, dan sebagainya, dan (3) keluaran varaibel sebagai mahasiswa penasaran, kemampuan siswa untuk menerapkan pengetahuan, motivasi siswa, belajar siswa, sikap terhadap pengalaman yang telah digelar melalui tindakan perbaikan dan sebagainya belajar.
4.      Teknik pengumpulan data (Data dan Metode penarikan The) Pada bagian ini jelas menunjukkan jenis data yang akan dikumpulkan sehubungan dengan proses dan dampak dari tindakan perbaikan di judul, yang akan digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kurangnya keberhasilan pembelajaran tindakan korektif diuji, Format data dapat bersifat kualitatif, kuantitatif, atau kombinasi keduanya. Selain itu, teknik memanfaatkan data yang diperlukan juga harus dijelaskan sejelas melalui observasi partisipatif, pembuatan jurnal harian, kegiatan observasi di kelas (termasuk berbagai kemungkinan format dan alat rekam yang akan digunakan) penggambaran interaksi dalam kelas (analisis sosiometrik), hasil pengukuran belajar dengan berbagai prosedur penilaian dan sebagainya.selanjutnya dalam Data PTK prosedur pengumpulan tidak boleh dilupakan bahwa sebagai pelaku PTK, para guru juga harus aktif sebagai pengumpul data, tidak hanya - mata sebagai sumber data. Akhirnya semua teknologi pengumpulan data yang digunakan harus memiliki penilaian kelayakan hati dalam konteks PTK khas itu. Karena meskipun mungkin memang kualitas rekaman menjanjikan jauh lebih baik. Penggunaan teknologi perekaman data yang canggih dapat terhambat oleh tahap keras agar tayangan ulang analisis dan interpretasi data
5.   Indikator Kinerja (Pada bagian ini ukuran keberhasilan tindakan perbaikan ditetapkan secara eksplisit sehingga memudahkan verifikasi tindakan perbaikan melalui PTK yang bertujuan untuk mengurangi kesalahan konsep siswa perlu menetapkan kriteria untuk sukses misalnya dalam bentuk pengurangan (jumlah, jenis dan atau tingkat keparahan) kesalahpahaman Tampil yang diduga sebagai hasil dari pelaksanaan tindakan perbaikan yang dimaksud.)
6.   Analisis Data (Bagian ini menjelaskan teknik, metode / prosedur dalam menganalisis data, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Bentuknya / jenis data dan uji statistik yang digunakan juga dijelaskan, misalnya, rumus uji statistik dan lain-lain)
7.  Prosedur Penelitian (langkah PTK) Pada bagian ini dijelaskan rencana tindakan untuk meningkatkan pembelajaran, seperti: (1) perencanaan, persiapan dilakukan sehubungan dengan PTK dimulai sebagai perilaku penentuan entri. Meluncurkan tes diagnostik untuk menentukan masalah. Membuat skenario pembelajaran, pengadaan peralatan untuk pelaksanaan PTK, dan lain-lain yang terkait dengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Selain itu juga diuraikan alternatif solusi yang akan diuji dalam rangka untuk memperbaiki masalah, (2) Pelaksanaan tindakan adalah deskripsi tindakan yang akan di gelar. Pekerjaan skenario tindakan dan tindakan prosedur korektif untuk diterapkan, (3) Observasi dan Interpretasi adalah deskripsi dari prosedur pencatatan dan interpretasi data tentang proses dan produk dari implementasi tindakan perbaikan yang dirancang, dan (4) Analisis dan Refleksi adalah deskripsi prosedur analisis hasil pemantauan dan refleksi mengenai proses dan dampak tindakan perbaikan akan digelar, personel yang akan terlibat serta kriteria dan rencana aksi untuk siklus / siklus berikutnya.

BAB IV HASIL
1.      Siklus I
2.      Siklus II
3.      Siklus III
4.      Siklus berikutnya ( jika ada)
5.      Diskusi antara siklus

Deskripsi setiap siklus meliputi : ( a) Rencana tindakan ( Skenario pembelajaran ) , ( b ) Pelaksanaan tindakan ( deskripsi proses pembelajaran ) , ( c ) Pelaksanaan observasi (melayani analisis data) , dan ( d ) refleksi ( studi tentang indikator kinerja hasil dan proses pembelajaran dan analisis kritis dari hasil setiap siklus ) .

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ​​BAB V
1.      Kesimpulan
2.      Saran

BIBLIOGRAFI

LAMPIRAN

contoh PTK DISINI

No comments:

Post a Comment