GURU BELAJAR, GURU MENGAJAR dan INFORMASI PENDIDIKAN

Monday, 18 January 2016

Kemristekdikti: Skripsi bukan Lagi Syarat Kelulusan Program Sarjana




Wow! Skripsi  tidak membuat Syarat Lagi Lulusan S1

Selamat malam rekan semua..... info menarik kali ini adalah terkait dengan kebijakan baru oleh menteri baru yaitu membuat Skripsi  tidak lagi persyaratan kelulusan S-1.

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) berencana untuk membuat kebijakan baru. yaitu skripsi yang selama ini sebagai syarat kelulusan program sarjana (S1) sudah tidak berlaku lagi. Hal ini di titikberatkan sebagai upaya untuk menekan banyaknya kecurangan dalam penyelesaian tugas akhir tersebut.

Kemristekdikti: Skripsi bukan Lagi Syarat Kelulusan Program Sarjana

Rencana Skripsi  tidak lagi menjadi kewajiban itu, disampaikan langsung Menristekdikti Muhammad Nasir di kompleks kediaman resminya Widya Chandra, Jakarta tadi malam. Menurut Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) itu, penulisan skripsi sedang dikaji menjadi syarat opsional saja untuk lulus sarjana.

"Sebagai gantinya nanti mahasiswa yang akan lulus akan diberikan pilihan-pilihan," ujar Nasir. Opsi untuk lulus selain menyusun skripsi adalah, mengerjakan pengabdian ke masyarakat atau laporan penelitian di laboratorium.

Sejak masih aktif di perguruan tinggi, Nasir sudah akrab dengan perilaku mahasiswa dalam membeli skripsi. Atau membayar untuk persiapan layanan Skripsi . Nasir mengaku dapat mendeteksi apakah Skripsi  di buat sendiri atau hasil yang dibuat oleh orang lain.

"Saya tanya sebelum ujian. Skripsi ini beli atau buat sendiri. Kalau tidak mengaku saya putuskan tidak lulus," ujarnya. Tetapi jika mahasiswa itu mengakui skripsinya hasil beli, maka diberi kesempatan untuk membuat skripsi dengan jujur satu kali lagi

Praktek jasa membuat skripsi ini dimulai dari aturan lulus S-1 wajib membuat Skripsi  . Lalu ada siswa yang malas skripsi atau kesulitan menyusun skripsi. Kemudian kondisi ini dimanfaatkan oleh mereka yang ingin merangkul keuntungan. yaitu dengan membuka jasa pembuatan skripsi.

"Selama ada permintaan (demand, red) dari siswa malas, pasokan (supply, red) jasa pembuatan Skripsi  akan terus ada," katanya. Nah untuk memotong rantai itu, muncul rencana kebijakan syarat lulus tidak harus melewati membuat Skripsi.

Mahasiswa diharapkan untuk lebih ahli di laboratorium penelitian, tidak mesti terdorong untuk membuat Skripsi . Demikian pula, mahasiswa yang cenderung memilih pada bidang layanan masyarakat, tidak harus harus membuat Skripsi.
apalagi pelaksanaan kuliah selama ini terkait dengan tridharma pendidikan tinggi yang terdiri dari pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat..

Nasir juga menyinggung tentang banyaknya peredaran ijazah palsu. Nasir mengatakan sepekan kedepan Kemenristekdikti akan mengklasifikasikan perguruan status non-aktif atau aktif , sehingga orang tidak salah pilih. Selain itu, Nasir juga mengatakan akan membentuk satuan tugas penanganan ijazah palsu.

Sumber: jpnn.com

BACA JUGA:
  1. NILAI RATA-RATA UKG 2015 DI BAWAH TARGET
  2. GURU MENGAJAR SERTA BELAJAR
  3. PENGELOLAAN GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN TAHUN 2016

No comments:

Post a Comment