Pensiun
Dini Jadi Wacana Pengurangan Jumlah PNS
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (PANRB) berencana melakukan efisiensi dengan mengurangi
jumlah pegawai negeri sipil (PNS) dari total saat ini 4,5 juta pegawai.
Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi mengaku ada beberapa
wacana kebijakan untuk mengurangi jumlah PNS, salah satunya pensiun dini.
"Ada rencana, tapi masih dalam kajian. Jadi
terlalu dini kalau disampaikan sekarang. Kita akan kaji sematang mungkin,"
kata Yuddy seperti ditulis Kamis (7/1/2016).
Menurut Yuddy, pemerintah tengah mempertimbangkan
beberapa hal terkait kepastian kebijakan yang akan diambil untuk mengurangi
jumlah PNS. Keputusan akhir diharapkan keluar pada akhir bulan ini.
Dia mengaku salah satu tujuan pengurangan jumlah PNS
adalah untuk memperkecil belanja pegawai di masing-masing instansi pemerintahan
yang dinilai selalu tinggi.
"Kita kan tahu sendiri belanja pegawai kita ini
hampir 40 persen, belanja modal dan barang yang terkait belanja pegawai juga
makin tinggi. Anda tahu sendiri penerimaan pajak tidak mencapai 100 persen dari
target, berarti kita harus melakukan penghematan," ujar Yuddy.
Untuk penghematan itu, pada tahun ini dirinya masih
melanjutkan moratorium PNS hingga nanti akan kembali dicabut ketika kebutuhan
dirasa sudah cukup. Hal ini karena jumlah PNS terlalu banyak.
uc
Menurut Yuddy, bagi sebuah negara berpenduduk 250
juta jiwa, rasio PNS terhadap jumlah penduduk yang ideal adalah 1,5 persen.
Sementara jumlah PNS Indonesia saat ini mencapai 1,7 persen atau sebanyak 4,5
juta PNS. Dengan rasio tersebut, maka ke depan jumlah PNS yang ideal hanya
berjumlah 3,7 juta pegawai.
Meskipun jumlah PNS diwacanakan untuk dikurangi, hal
itu tidak akan menganggu kinerja pemerintah.
"Langkah-langkah progresif itu di antaranya
harus menurunkan beban belanja pegawai melalui tingkat rasio yang paling
mungkin, yang tidak mengganggu pelaksanaan tugas-tugas birokrasi
pemerintahan," ucap Yuddy. (Yas/Nrm)**
Sumber: Liputan6.com
Baca Juga:
- 106.038 PNS Terancam Dipecat
- Nilai Rata-rata UKG 2015 Di bawah Target
- Buruknya Kualitas Pendidikan Karena Guru Berhenti Untuk Belajar

No comments:
Post a Comment