6 Penyebab Terjadinya Dekadensi
Moral Dalam Kalangan Pemua-Pemudi Masyarakat Indonesia
1. Pembauran
Dalam Kelas Belajar
Dengan mencampur
antara siswa laki-laki dan siswa perempuan dalam sistem pendidikan, selain
membawa banyak efek positif, juga memiliki dampak negatif.
Dampak positif
yang bisa diambil sudah sistem sempurna dari sosialisasi siswa di mana
sosialisasi antara orang-orang dari jenis kelamin yang berbeda terpenuhi.
Selain itu, pembauran juga
dapat melatih siswa untuk mengenal rasa kebersamaan.
Di TK atau tingkat
SD, pembauran antara siswa
laki-laki dan siswa perempuan, efek negatif tidak dapat dilihat dengan jelas
karena siswa di TK dan usia sekolah dasar (SD) tidak terlalu akrab tentang asosiasi karena
umumnya mereka belum memasuki usia baligh pubertas.
Namun, berbeda
halnya dengan anak-anak setingkat SMP dan SMA. Pada usia ini, siswa sedang/ telah mengalami
masa pubertas yang tentunya tidak
sesuai dengan aturan Islam jika dua makhluk dengan jenis kelamin yang berbeda disatukan dalam
kelas belajar. Dalam hal ini efek negatif akan terlihat. Selain terlihat
kurang bermoral, juga dapat meningkatkan memotivasi hasrat seksual
siswa.
Sebenarnya sistem
pendidikan mencampurbaur
antara siswa laki-laki dan siswa perempuan telah menuai banyak pro dan kontra
di masyarakat. Di satu sisi, sistem pendidikan bisa mendapatkan keuntungan
lebih mudah bagi pengelola pendidikan. Tapi di sisi lain, sistem pendidikan
tidak sesuai dengan aturan Islam.
Salah Satu Contoh Dekadensi Moral di Indonesia
2. Kontes Pakaian
(Busana) dan Tubuh
Dalam masyarakat
sekarang tidak asing dengan kontes ini. Sangat sering diantara
kita menemukan itu - hal-hal seperti
ini dalam hidup kita. Pada mulanya tempat - tempat seperti diskotik, atau tempat eh oh lainnya terdengar sangat menjijikkan. Tetapi tidak seperti sekarang, tempat-tempat
seperti itu sangat umum terdengan di telinga kita. Bahkan sekarang telah banyak
dibuka tempat - tempat seperti
penginapan rek atau Café yang
memungkinkan pelaku mudah
untuk melakukan eh oh (perzinahan).
3. Dominasi Pornografi
di Semua Aspek Kehidupan
Berbagai alat komunikasi
sekarang ini yang serba canggih telah
mempengaruhi psikologi seseorang
muslim. Tayangan televisi, gambar -
gambar di majalah dan artikel yang mengarah ke hal-hal yang pornografi berkontribusi terhadap fenomena
kemerosotan moral di Indonesia. Selain itu, akses
jaringan pornografi di dunia
maya (Internet) di era ini
semakin mudah dan tidak terkendali. Jadi
tidak aneh jika kerusakan moralpun menjadi semakin tidak terkendali.
4. Kurangnya Pengawasan
Orangtua Dari Perilaku Anak.
Di Zaman sekarang, kebanyakan orang tua lebih peduli urusan mereka masing-masing dibandingkan
menemani anak-anak mereka di rumah. Mereka menghabiskan sebagian besar waktu
mereka di luar rumah untuk bekerja, sehingga pengawasan terhadap anak-anak semakin kurang. padahal, orang tua memainkan peran besar dalam membimbing anak sehingga anak tidak
jatuh ke hal-hal yang tidak diinginkan.
5. Tidak Selektif
Dalam Memilih Teman
Setiap orang
berhak untuk memiliki teman. Tetapi tidak semua teman
membawa kita ke arah yang lebih baik. Bila perasaan atau nalusi kita
lemah dalam beradaptasi dengan teman kita. Maka kebanyakan dari
mereka mudah dipengaruhi oleh kata-kata yang mengajak terhadap hal-hal
yang negatif. Kecuali di
antara mereka yang benar-benar memiliki iman yang kuat. Jadi, peran seorang teman sangat
dominan dalam pergaulan sehingga islam menganjurkan umatnya untuk lebih
selektif dalam memilih teman yang
memungkinkan mampu untuk membimbing
kita ke arah yang lebih baik.
6. Faktor Lingkungan
Di mana bumi
di pijak disitu langit di junjung, sepertinya pribahasa memerlukan proses
penjabaran yang lebih mendalam, setiap
di antara kita bila hidup normal pasti akan menemukan hal-hal - hal baru. Bila lingkungan sekitar kita baik, maka kita
mendapatkan dampaknya juga akan baik. Seperti halnya jika kita berada
disekitar orang-orang terdidik atau
orang-orang yang kuat imannya. Namun juga sebaliknya, jika kita berada di lingkungan yang tidak
menguntungkan, seperti dalam lingkungan kriminal, hal itu juga akan
mempengaruhi sikap dan kepribadian kita. Namun itu semua kembali
ke pribadi kita. seberapa bijak
atau kuat iman kita dalam
menanggapi berbagai persoalan di
lingkungan sekitar kita.

No comments:
Post a Comment