Pentingnya Hubungan Komunikasi Guru dengan Orang Tua
Harus disadari bahwa sekolah dan keluarga siswa harus
membangun komunikasi. Tidak jarang seorang ayah yang memiliki anak di sekolah
begitu khawatir ketika ponselnya berdering dan tercantum nama sekolah atau
gurunya di layar ponsel. Atau, tiba-tiba keadaan di sekolah menjadi heboh
ketika ada orang tua dari salah seorang murid di kelas datang ke sekolah.
Membangun Guru Komunikasi dan Orang Tua
Tidak dapat dipungkiri, bila hal seperti ini terjadi di banyak sekolah
di Indonesia. Gambaran yang muncul tampaknya, "seharusnya tidak ada orang
tua di sekolah dan guru tidak perlu menghubungi orang tua". Anggapan
inilah yang menjadi bukti telah terjadinya degradasi makna hubungan komunikasi
antara guru dengan orang tua. Hal ini menyebabkan keengganan baik dari sekolah
atau orang tua untuk berkomunikasi satu sama lain.
Hal lain yang secara teknis membatasi komunikasi adalah
waktu, beban kerja dan prioritas. Kesibukan para guru dan orang tua untuk
membuat komunikasi antara kedua belah pihak sulit. Ini harus menjadi
pertimbangan penting dalam sistem kerja. Waktu untuk komunikasi antara guru dan
orang tua harus dilihat sebagai "tugas penting dan dijadwalkan",
bukan sesuatu yang bersifat insidental.
Kebiasaan komunikasi guru dengan orang tua perlu ditangani.
Kedatangan orang tua di sekolah harus dilihat sebagai hal wajar yang bersifat
alami dan menyenangkan. Panggilan orang tua ke sekolah tidak lagi terkait
dengan pelanggaran siswa, sehingga menjadi momok bagi kedua belah pihak.
Komunikasi antara guru dengan orang tua tidak hanya
berbicara tentang kenakalan anak-anak, tetapi lebih khusus pada masalah-masalah
kehidupan sehari-hari yang terlihat sederhana, namun sebenarnya penting untuk
diketahui adalah timbulnya kebanggaan bagi diri sianak, jika penampilannya atau
prestasinya disekolah menjadi bahan pembicaraan menarik antara guru dan orang
tua.

No comments:
Post a Comment