GURU BELAJAR, GURU MENGAJAR dan INFORMASI PENDIDIKAN

Tuesday, 16 February 2016

ORANG TUA, PERAN UTAMA KESUKSESAN PENDIDIKAN ANAK



Orang tua, Peran Utama Kesuksesan Pendidikan Anak
Orang tua harus memahami bahwa mereka adalah tanggung jawab utama dalam pendidikan anak-anak mereka. Dan secara umum, keberhasilan pendidikan anak biasanya terhubung ke pengembangan pribadi orang tuanya dan baik tidaknya hubungan, komunikasi yang di jalin dalam keluarga.

Orang tua, Peran Utama Kesuksesan Pendidikan Anak

Orang tua, Peran Utama Kesuksesan Pendidikan Anak
 
Saat ini banyak orang tua memutuskan untuk memberikan sistem pendidikan rumah (Home schooling) untuk anak-anak mereka. Namun tidak semua orang tua memiliki cukup waktu, keahlian dan kesabaran untuk menerapkan sistem  Pendidikan rumah ini kepada anaknya. Hal lain yang perlu orang tua sadari adalah apakah seorang anak akan berkembang secara menyeluruh, terutama dari aspek sosial, dan emosional, karena mereka hanya berhubungan dengan orang tua sendiri dirumah.

Di berbagai daerah sekarang ini sedang menjamurnya sekolah- sekolah unggulan, kebanyakan banyak orangtua melihat bahwa jika mereka mengirim anak-anak mereka ke sekolah-sekolah unggulan atau sekolah favorit, mereka tidak perlu apa-apa lagi tentang pendidikan anak-anak mereka. Mereka berpendapat bahwa tugas mereka adalah untuk membayar biaya, urusan pendidikan urusan sekolah.

Juga ada pandangan umum bahwa jika anak sudah menginjak masa remaja, orang tua tidak perlu mengawasi anaknya secara ketat, pendidikan anak-anak mereka telah diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Kecenderungan ini bisa dilihat ketika sekolah mengadakan pertemuan orang tua murid, orang tua dengan anaknya yang masih kecil biasanya lebih besar dalam meluangkan waktu untuk hadir, daripada mereka yang memiliki anak remaja. Pandangan seperti ini seharus pihak-pihak terkait dapat segera mungkin untuk di atasi karena akan membawa dampak yang sangat negatif pada anak.

Pendidikan anak akan berhasil secara optimal apabila terjalin hubungan yang baik antara orang tua dan guru, hal ini memungkin dapat tercipta suatu hubungan harmonis antara orang dengan guru. Ini adalah proses yang dapat membantu anak-anak untuk mengenal diri mereka sendiri dalam berinteraksi dalam masyarakat di mana mereka berada. Hal ini meransang anak untuk dapat membuat keputusan yang bebas namun bertanggung jawab untuk pribadi dan sosial.

Agar anak mendapat pendidikan yang lengkap dan efektif, sistem pendidikan seharusnya tidak hanya mengembangkan aspek intelektual dan fisik tetapi juga harus mengajarkan nilai-nilai spiritual, moral dan sosial. Di Sekolah-sekolah unggulan seperti SUKMA Bangsa dengan sistem pendidikan yang seimbang hal itu dijelaskan oleh 5 bintang, yang mencerminkan kerjasama antara orang tua, guru dan masyarakat sekitar melalui pendidikan spiritual, pendidikan moral dan akademis, dengan keyakinan bahwa setiap anak adalah unik, mereka berhak untuk mengembangkan kemampuannya dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat,, sehingga mampu untuk menjadi yang terbaik, mampu untuk membentuk individu yang lengkap dan seimbang, siap untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan mereka di masa depan.

Kerja Sama Orang Tua, Guru Dan Anak

Salah satu aspek utama yang ditawarkan di Sekolah-sekolah unggulan meningkatkan kerjasama antara rumah-sekolah-komunitas luar dengan cara mengundang orang tua agar dapat berperan aktif untuk pendidikan anak-anak mereka. Orang tua adalah mitra penting untuk mencapai keberhasilan pendidikan anak-anak mereka, maka sepantasnyalah pihak terkait mengadakakan seminar atau lokakarya bagi orang tua agar dapat secara efektif menjalankan peran mereka menyukseskan pendidikan anak.

Mengembangkan Spiritual Anak

Dalam dunia keagamaan, peran orang tua sangat penting. Tidak ada seorang seorang anak pun tidak terpangaruh oleh contoh atau cara orang tua mereka dalam menjalankan ibadah. Sehingga hal ini, orang tua tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pendidikan agama kepada sekolah-sekolah, meskipun sekolah tersebut tercatat sebagai sekolah agama. Dalam kenyataannya, pada era modern ini banyak sekolah atau madrasah sekalipun visi dan misinya kurang tegas dalam pencapaian tujuan pendidikan berdasarkan nilai-nilai agama.

Mengembangkan Karakter Anak

Pembentukan karakter anak sangat dipengaruhi oleh karakter karakkter orang, perilaku dan kata-kata bahkan biasa diucapkan oleh orang tua akan membekas selamanya dalam pikiran dan hati anak. Banyak anak merasa kurang percaya diri, atau terlalu percaya diri karena kesalahan pola asuh orang tua, banyak anak yang menjadi korban kekerasan dari orang tuanya secara fisik, tapi tanpa disadari banyak dari kita sebagai orang tua menyakiti anak-anak dengan kata-kata, hal ini akan 'membunuh' anak-anak kita. kata-kata sederhana seperti 'anak bodoh', ‘anak malas ',' anak nakal ',' jelek ',' kamu tidak sepintar abang Anda, dapat meninggalkan luka sangat mendalam pada anak-anak kita, yang akan sangat berpengaruh dalam perkembangan karakternya.

Setiap Anak Adalah Ciptaan Unik Dari Allah Swt.

Sebagai orang tua harus menyadari dan menerima bahwa setiap anak adalah unik, anak pertama, berbeda dengan anak kedua. Bahkan anak yang lahir kembarpun memiliki karakter yang berbeda. Oleh karena itu, orang tua harus menyadari bahwa mungkin anak pertama unggul dalam matematika, sedang anak kedua dimatematika sangat lemah. Apakah itu berarti anak yang kedua bodoh? Anak pasti memiliki bakat di bidang lain, yang tidak dimilik saudara. Ini adalah tugas kita sebagai orang tua untuk membantu setiap anak untuk menemukan keunggulannya, tanpa membandingkan dengan saudara atau orang lain, terutama dengan anak-anak dari teman-teman kita, atau dengan teman-teman mereka.

Pada sekolah-sekolah Unggulan, setiap individu adalah  bintang yang bersinar setiap individu adalah manusia unik atau istimewa yang dengan segala usaha dan upaya untuk terus dapat meningkatkan kemampuan agar dapat mengembangkan segala potensi yang dimiliki, untuk menjadi yang terbaik berdasarkan bakat nya masing-masing.

Pada sistem pendidikan yang tepat, seharusnya lingkungan sekolah dapat memelihara atau merangsang keinginan dalam diri setiap anak untuk terus dapat mengembangkan rasa ingin tahu dan selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik berdasarkan kemampuan mereka sebagai manusia seimbang yang tumbuh secara menyeluruh, dengan mengedepankan kualitas dan keterampilan sebagai symbol pembelajar sejati dalam masyarakat global.

No comments:

Post a Comment