GURU BELAJAR, GURU MENGAJAR dan INFORMASI PENDIDIKAN

Thursday, 14 April 2016

SISTEM PENDIDIKAN SEKULER VS SISTEM PENDIDIKAN ISLAM

Pendidikan Sekuler VS Pendidikan Islam │Dewasa ini pendidikan di Indonesia semakin melekat dengan dengan system pendidikan berbasis sekuler/ kebebasan yang berorientasi pada kehidupan duniawi semata. Tidak heran, bila sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia semakin kering dengan penyajian nilai-nilai rohani keagamaan, siswa-siswi berbaur tanpa batas dalam kelas belajar, seragam sekolah terlihat semakin ketat dan terbuka. Bila hal ini terus berlanjut, maka rakyat Indonesia  akan menghadapi suatu era  baru, era kehidupan duniawi  yang selalu berorientasi pada materi tanpa memperhitungkan segala bentuk larangan dan perintah agama.

SISTEM PENDIDIKAN SEKULER VS SISTEM PENDIDIKAN ISLAM
Sistem Pendidikan

Meskipun Indonesia belum melarang terhadap eksistensi sekolah-sekolah berbasis islam, namun konsep pemikiran sekuler dewasa ini telah begitu menyatu dalam setiap kepribadian guru sebagai pendidik di sekolah, kebanyakan guru bekerja  hanya sebagai profesi semata untuk mendapat penghasilan tanpa memperhitungkan nilai-nilai ibadah sebagai bentuk penghasilan tambahan mereka. Sehingga akibatnya, masa depan Indonesia  nantinya akan di huni dan di pimpin oleh manusia-manusia yang minim dengan kualitas moral.

Bila di kaji berdasarkan pandangan islam, pendidikan pada hakekatnya adalah jalan untuk menciptakan manusia agar paham akan pentingnya penerapan syariat dalam kehidupan nyata secara menyeluruh. Sehingga tidak mengherankan bila dalam islam pendidikan anak bagi sang anak wajib di berikan sejak  anak masih dalam kandungan ibunya. Sehingga Rasulullah bersabda dalam hadist riwayat H.R. Tirmidzi sebagai berikut:

 “Dari Jubair bin Samurah RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: sungguh bahwa seseorang mendidik anaknya adalah lebih baik daripada ia bersedekah satu sha”. (H.R. Tirmidzi)

Selain itu, dalam pendidikan islam syariat senantiasa selalu menjadi tolak ukur terhadap segala bentuk bidang keilmuan. Sehingga segala bebaikan dan keburukan akhlak, kecerdasan berfikir, keberadaban, dan segala aktifitas yang dapat menghasilkan segala karya, karsa dan cipta merupakan buah dari sistem pendidikan islam dengan sentuhan aqidah sebagai podasinya.

Sebagai contah dalam sejarah, imam Bukhori  pada usia 18 tahun sudah mampu menghasilkan karya pertamanya berupa kitab Kazaya Shahabah Watabiin walaupun beliau telah kehilangan penglihatannya sejak lahir. Era beliau adalah era genarasi emas kajayaan islam, bila dikaji pada era modern mampukah generasi emas seperti itu akan terlahir kembali?

Jawabannya dapat jika sistem pendidikan kita di Indonesia termasuk di dunia menerapkan sistem pendidikan Islam, hasil pasti melahirkan pemikir-pemikir islam yang selalu tunduk patuh terhadap segala aturan sang Pencipta Allah SWT. Sehingga dunia ini jauh dari pribadi-pribadi yang materialistik dan komersial. Maka penegakan seorang khalifah yang benar-benar tunduk patuh terhadap aturan Allah azza wa jallah adalah satu-satunya untuk memperbaiki segala bidang di dunia ini, termasuk di dalamnya adalah mewujudkan system pendidikan yang islami. 
Wallahu’alam bisshowab


No comments:

Post a Comment