Pendidikan
Sekuler VS Pendidikan Islam │Dewasa ini pendidikan di Indonesia semakin
melekat dengan dengan system pendidikan berbasis sekuler/ kebebasan yang
berorientasi pada kehidupan duniawi semata. Tidak heran, bila
sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia semakin kering
dengan penyajian nilai-nilai rohani keagamaan, siswa-siswi berbaur tanpa batas
dalam kelas belajar, seragam sekolah terlihat semakin ketat dan terbuka. Bila
hal ini terus berlanjut, maka rakyat Indonesia
akan menghadapi suatu era baru,
era kehidupan duniawi yang selalu
berorientasi pada materi tanpa memperhitungkan segala bentuk larangan dan
perintah agama.
Sistem Pendidikan
Meskipun Indonesia belum melarang terhadap eksistensi
sekolah-sekolah berbasis islam, namun konsep pemikiran sekuler dewasa ini telah
begitu menyatu dalam setiap kepribadian guru sebagai pendidik di sekolah,
kebanyakan guru bekerja hanya sebagai
profesi semata untuk mendapat penghasilan tanpa memperhitungkan nilai-nilai ibadah
sebagai bentuk penghasilan tambahan mereka. Sehingga akibatnya, masa depan
Indonesia nantinya akan di huni dan di
pimpin oleh manusia-manusia yang minim dengan kualitas moral.
Bila di kaji berdasarkan pandangan islam, pendidikan pada
hakekatnya adalah jalan untuk menciptakan manusia agar paham akan pentingnya penerapan
syariat dalam kehidupan nyata secara menyeluruh. Sehingga tidak mengherankan
bila dalam islam pendidikan anak bagi sang anak wajib di berikan sejak anak masih dalam kandungan ibunya. Sehingga
Rasulullah bersabda dalam hadist riwayat H.R. Tirmidzi sebagai berikut:
“Dari
Jubair bin Samurah RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: sungguh bahwa
seseorang mendidik anaknya adalah lebih baik daripada ia bersedekah satu sha”.
(H.R. Tirmidzi)
Selain itu, dalam pendidikan islam syariat senantiasa selalu
menjadi tolak ukur terhadap segala bentuk bidang keilmuan. Sehingga segala
bebaikan dan keburukan akhlak, kecerdasan berfikir, keberadaban, dan segala
aktifitas yang dapat menghasilkan segala karya, karsa dan cipta merupakan buah
dari sistem pendidikan islam dengan sentuhan aqidah sebagai podasinya.
Sebagai contah dalam sejarah, imam Bukhori pada usia 18 tahun sudah mampu menghasilkan
karya pertamanya berupa kitab Kazaya Shahabah Watabiin walaupun beliau telah
kehilangan penglihatannya sejak lahir. Era beliau adalah era genarasi emas
kajayaan islam, bila dikaji pada era modern mampukah generasi emas seperti itu
akan terlahir kembali?
Jawabannya dapat jika sistem pendidikan kita di Indonesia
termasuk di dunia menerapkan sistem pendidikan Islam, hasil pasti melahirkan
pemikir-pemikir islam yang selalu tunduk patuh terhadap segala aturan sang
Pencipta Allah SWT. Sehingga dunia ini jauh dari pribadi-pribadi yang
materialistik dan komersial. Maka penegakan seorang khalifah yang benar-benar
tunduk patuh terhadap aturan Allah azza wa jallah adalah satu-satunya untuk
memperbaiki segala bidang di dunia ini, termasuk di dalamnya adalah mewujudkan
system pendidikan yang islami.
Wallahu’alam bisshowab

No comments:
Post a Comment